Plz welcome

Jesus Christ

Senin, 02 Januari 2012

Mujizat Itu Masih Ada

Bacaan Firman Tuhan : Markus 6: 30-44

Mujizat adalah suatu hal yang tidak bisa kita lakukan, namun sangat mudah bagi Allah. Namun seringkali kita menyepelekan sesuatu sehingga kita tidak merasakan mujizat itu. Contoh mengedipkan mata. Mengedipkan mata itu hal yang mudah kita lakuin, ketika kita sehat. Tapi bagi orang yang sedang sakit, hal itu sangat sulit dilakukan, dan merupakan suatu mujizat bila bisa melakukannya.

Lantas, apa di jaman modern sekarang mujizat itu masih ada? Apa yang harus dilakukan untuk dapat mengalami mujizat itu? Dari bacaan firman Tuhan diatas, ada 5 hal yang bisa dan harus dilakukan agar mujizat dapat terjadi dalam hidup kita.

1.   BERDOA DENGAN SUNGGUH2
Dalam ayat yang ke 31-32, Yesus menyuruh murid2 pergi ke tempat sunyi untuk mengasingkan diri & beristirahat. Dalam konteks ini bermakna, beri waktu untuk datang kepada Bapa. Sesibuk apapun kita, selelah apapun, kita harus dapat meluangkan wktu bagi Bapa. Dan jangan pernah menyepelekan doa! Sesederhana apapun doa, bila diucapkan dengan tulus dan dari hati yang terdalam, Bapa di Surga mendengarnya dan menampungnya untuk direalisasikan menurut waktuNYA.

2.  MEMBACA FIRMAN TUHAN
Untuk dapat mengalami mujizat2 (janji2 Allah), kita harus tau apa yang dijanjikan oleh Allah. Dalam ayat yg ke 33-34 dikatakan banyak orang datang kepada Yesus untuk mendengar ajaranNYA. Ini menggambarkan bahwa orang banyak itu haus akan firman Tuhan. Kita pun sebagai anak Tuhan seharusnya haus akan firman Tuhan. Beri waktu, tenaga dan pikiran untuk datang kepada Bapa di Surga. Bacalah Alkitab untuk dapat mengetahui setiap janji yg diucapkan Allah.

3.  Bertindaklah Dengan Iman
Ayat 35-38 adalah percakapan Yesus dengan murid2Nya. Murid2 meminta Yesus untuk menyuruh orang banyak itu pulang tetapi Yesus malah berkata mereka harus memberi orang banyak itu makan! Dalam kasus ini, sangat mustahil untuk dapat memberi makan orang banyak itu, terlebih ktika uang yang mereka miliki terbatas. Namun demikian murid2 melakukan perintah Yesus untuk memberi orang banyak itu makan dengan mencari sesuatu yang dapat di makan hingga akhirnya mereka menemukan 5 roti dan 2 ikan. Sama sperti hidup kita, ketika kita merasa hidup kita stuck, ktika seakan tidak ada jalan terbuka, ktika kita marah dengan keadaan kita, dengan jalan yang Tuhan tunjukkan, yang seakan membuat hidup kita memburuk, marahlah kpd Tuhan, berteriaklah kepada Allah, minta pertolonganNYA! Dan bertindaklah dengan iman!! Walau seakan hal itu mustahil, lakukanlah dengan iman! Sebab bukan kekuatan terendah yang kita andalkan namun kekuatan dari Sang Maha Kuasa yg kita gunakan! Bertindaklah dengan iman!

4.  Kedisiplinan / Hidup Dengan Menguduskan Diri
Dalam ayat 39-42, Yesus menyuruh orang banyak itu duduk berkelompok. Orang banyak itupun duduk berkelompok, lalu Yesus mengambil roti dan ikan itu kemudian mengucap berkat, maka makanlah orang banyak itu sampai kenyang. Sama halnya dengan hidup kita. Kita pun harus hidup dsiplin & menguduskan diri untuk datang kepada Bapa. Apa jadinya bila orang banyak itu tidak menuruti perkataan Yesus? Tentu tidak akan ada mujizat seperti ini tertulis dalam Alkitab. Malah mungkin orang banyak itu akan saling membunuh demi mengisi perut mereka. Sama halnya seperti seorang ibu yang memasak makanan untuk keluarganya, terutama anak2nya. Ketika tangan sang anak kotor sehabis bermain, apa yang dikatakan ibunya? Tentu sang ibu menyuruh anak itu untuk mencuci tangannya yang kotor, jika tangannya bersih maka sang ibu memberi anak itu makan sampai kenyang. Begitu juga dengan hidup kita. Kita harus membersihkan “tangan” kita yang kotor agar berkat Tuhan tidak terhalang sebab “Bukan tanganNya kurang panjang untuk menyelamatkan & tidak kurang tajam pendengaranNya untuk mndengar; tp karena kejahatan kita lah yang jadi pemisah antara kita dengan Allah. Karena dosa kita lah maka Allah menyembunyikan diri terhadap kita, shingga IA tidak mendengar sebab Allah membenci dosa!

5.  Hiduplah Dengan Memberi
Dalam Yoh 6:9 dikatakan 5 roti dan 2 ikan itu didapat dari seorang anak kecil yang rela memberikan miliknya untuk dibagikan. Apa jadinya bila anak kecil itu tidak memberikan miliknya kepada murid2 saat itu? Mungkin tidak akan pernah terjadi mujizat ini. Begitu juga dengan hidup kita. Bila kita hidup dengan memberi maka akan semakin dekat mujizat itu terjadi dalam hidup kita. Memberi tidak selalu konotasinya berupa materi. Memberi bisa berbentuk pikiran, waktu, tenaga, dll yang dapat membantu orang lain terutama membantu pekerjaan Tuhan. Ketika kita memberi dengan tulus, sekecil apapun itu, maka Allah akan membalasnya berlipat kali ganda, sebab Tuhan tidak akan pernah berhutang kepada kita. Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yg membangun, bukan menjatuhkan. Terimakasih. Tuhan Yesus memberkati.