Baca : 2 Timotius 4:6-8
Alkitab dalam setahun: Wahyu 20-22
SETIAP kita akan tiba pada pembaringan terakhir. Pembaringan terakhir adalah tempat tubuh kita direbahkan sebelum maut menjemput. Sebenarnya kita tidak pernah tahu di mana dan kapan pembaringan terakhir kita tiba, sebab ada orang yang berbaring pada sore hari, esoknya sudah terbujur kaku tak bernyawa. Ternyata tempat tidur di rumah itulah pembaringan terakhirnya. Tidak sedikit orang yang pembaringan terakhirnya adalah jalan aspal, yaitu saat ia tergeletak di jalan raya karena suatu kecelakaan. Ada pula yang pembaringan terakhirnya adalah kursi pesawat, kursi bus atau kapal saat kecelakaan terjadi.
Pernah seorang teman merasa dadanya sakit sewaktu mengendara mobil. Ia menepi, memarkir mobilnya dan mematikan mesin mobilnya. Seiring dengan berhentinya mesin mobilnya, berhenti pula nafasnya. Ia meninggal terkena serangan jantung. Seorang rekan pelayan Tuhan sesudah turun dari mimbar berdoa untuk persembahan, duduk dan mengatakan dadanya sakit. Pendeta di sebelahnya sempat bercanda, "Baru berdoa untuk kolekte saja, dadanya sakit." Sesaat kemudian ia terkulai dan Tuhan menjemputnya, melalui serangan jantung juga.
Renungkan dengan serius; kita pasti akan memiliki pembaringan terakhir. Pembaringan terakhir itu tidak bisa kita perkirakan, sebab sangat jarang Tuhan menunjukkan di mana pembaringan terakhir kita itu. Namun patut diingatkan di sini bahwa tempat pembaringan terakhir bukanlah suatu masalah. Juga bukanlah suatu masalah di mana anda akan dikuburkan; bukanlah suatu masalah macam apa peti mati untuk jasad anda nanti. Yang menjadi masalah adalah di mana roh dan jiwa kita berada setelah kita dikubur. Ironis sekali, sebab banyak orang mempersiapkan peti mati dan tanah makam sebelum meninggal, tetapi tidak mempersiapkan kepastian untuk kediaman roh dan jiwa setelah tubuh dikubur dan hancur bersama dengan tanah.
Bukannya menakut-nakuti anda, tetapi jangan-jangan tempat tidur yang anda gunakan untuk tidur malam ini adalah pembaringan terakhir anda. Supaya anda mempersiapkan diri untuk pembaringan roh dan jiwa anda, tuliskanlah di pembaringan saudara: "Inilah pembaringan terakhirku". Ini mengingatkan anda agar lebih berjaga-jaga untuk bertemu dengan Hakim yang Adil, yang menghakimi semua orang.
Pembaringan terakhir tak dapat dihindari; untuk itu kita harus lebih berjaga-jaga.
Disadur dari: TRUTH Edisi Desember 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah yg membangun, bukan menjatuhkan. Terimakasih. Tuhan Yesus memberkati.